Discussion about this post

User's avatar
Muhamad Rivai's avatar

Iya. Kelelahan yang kita rasakan karena semua ini bergulir begitu cepat. Kapitalisme tidak hanya mereproduksi modal dalam siklus tanpa akhir, tapi juga memproduksi teknologi yang mendorong siklus itu untuk ber-akselarasi, semakin cepat, semakin tanpa jeda, tapi entah mau ke mana. Kita yang berada di dalamnya, mau tidak mau, harus mengikutinya ritmenya. Dan di tengah kecepatan tanpa tujuan itu, kita juga merasa semakin kehilangan makna.

Rikho's avatar

Terimakasih, tulisan yang bagus, setidaknya saya bisa memetakan diri di kehidupan yg lebam telak, maju nabrak, mundur di hakimi massa ini.

1 more comment...

No posts

Ready for more?