Discussion about this post

User's avatar
Kalia's avatar

Kakak, aku relate banget sama tulisan ini 😭 kenapa di Indonesia kita lebih mementingkan cinta romantis dan sebagainya, semuanya sudah tertuang disini. Apalagi keluarga yang selalu mendesak pertanyaan tentang menikah :')

Terima kasih kak dah share pengalaman kakak

lunaa's avatar

Aku bukan aromantis atau bagian dari lgbtqia+, tapi aku emang tidak mendambakan puncak dari hidup aku adalah pernikahan. Jujur setiap kali memberanikan membuka diri dan kasih tau orang sekitar aku gamau menikah, respon mereka selalu binggung bahkan memperdebatkan PILIHAN hidup ku. Padahal menurut ku seharusnya pilihan seperti ini bukan hal yang harus di perdebatkan sih. Tiap manusia punya pemikiran, tujuan dan hak nya masing masing. Jadi kenapa harus di perdebatkan

No posts

Ready for more?